Video Yang Menawarkan Es Tebu ini Bikin Penjual ini Sampai Menangis Terharu
Rabu, 21 Juli 2021
Tulis Komentar
Selama PPKM darurat sedang berlangsung, semua orang pasti mengalami kesulitan untuk mencari nafkah. Pedangan kecil terpaksa mau tidak mau harus berjualan di tengah wabah penyakit seperti ini yang setiap saat bisa mengancam, akan tetapi jika hanya berdiam diri pendagang ini tidak bisa mendapatkan uang untuk membeli makan.
Sebuah video yang memperlihatkan seorang penjual tebu di pinggir jalan , saat ada pembeli yang membeli ia tampak antusias dan dengan ramah dia melanyani si pembeli.
Dan beruntungnya hari itu ia mendapatkan seorang pembeli yang memiliki hati mulia, saat pembeli bertanya berapa harga yang ia pesan si penjual pun menjawab Rp5.000, Namun tanpa di sangka pembeli bukannya nawar agar harganya lebih murah melainkan menawarkan harganya yang lebih tinggi.
Awalnya salah satu pembeli menawarkan dengan harga Rp 100.000 kemudian di tawar pembeli lainnya hingga mencapai nominal Rp500.000. Dengan wajah yang amat bingung si penjual tersebut sampai tidak bis berkata kata, akhirnya di penjual pun menerima uang tersebut dan samapai tidak bisa percaya apakah benar minumannya di bayar dengan uang sebesar Rp500.000.
Setelah menerima uang tersebut ia tampak meneteskan air mata dan langsung berterima kasih kepada pembeli yang memiliki hati nurani tersebut, sampai bahkan ia menangis sambil berjongkok di balik gerobaknya tersebut.
Video yang di unggah tersebut telah di tonton sebanyak 47 ribu orang dan di komentari berbagai warganet, tidak lupa juga banyak doa dan harapan wargnet untuk penjual agar di lapangkan rezekinya dan tak lupa harapan agar kebaikan pembeli berhati mulia tersebut dapat di contoh oleh banyak orang.
"ikut nangis.... Moga rezekinya makin luas....Amin," tulis @aurasarie.
"terharu jadi ikutan namgis, semoga bapak yg ngasih ke mbak ini rezekinya bertambah dan sehar selalu," tulis @azahr546.


Belum ada Komentar untuk "Video Yang Menawarkan Es Tebu ini Bikin Penjual ini Sampai Menangis Terharu"
Posting Komentar